Holla..
Ketika memasuki usia kehamilan 6 bulan (harusnya 7 bulan ya), saya dan suami sudah mulai mencicil keperluan bayi. Banyak sekali barang-barang yang sebetulnya hanya sekedar lucu tetapi bukan yang essential yang benar-benar diperlukan. Maka dari itu, saya akan review barang-barang yang benar-benar saya anggap penting dan perlu untuk bayi baru lahir.
Keperluan Tidur
1. Baby Crib
Buat saya dan suami yang tinggal di rumah mungil, kami memutuskan untuk tidak membeli baby crib. Pertimbangannya karena baby crib akan memakan tempat dan tidak akan terpakai lama. Saya dan suami memutuskan untuk menidurkannya di tengah-tengah kami. Ketika awal lahir, kami menggunakan kasur kecil merk Elegance yang kami beli di Fany Babyshop seharga Rp. 500.000,-
Cara ini bisa menghemat budget pengeluaran keperluan bayi (budget crib nya dan budget untuk baby bedding + bumpernya)
2. Bantal dan Guling
Saya membeli merk Elegance, yang isinya bantal dan guling 2. Saya lupa harganya. Yang jelas beli di Mae Bebe Bintaro. Saya juga membeli guling boneka (2 buah) dan juga bantal peyang. Guling boneka nya belum terpakai hingga hari ini. Bantal yang paketan dipakai buat dijadikan dudukan high chair supaya lebih empuk. Bantal peyang hanya dipakai sekitar 2 bulan. Saat ini, Aira menggunakan bantal dewasa. Pertimbangannya : ketika Aira sakit, saya diajarkan oleh DSA untuk menidurkan Aira menggunakan bantal dewasa dengan meletakkan Aira di bantal hingga dibawah bahu, hal ini untuk menghindari gumoh. Guling hanya dipakai sesekali.
3. Selimut
Sebenarnya cukup lho jika hanya memiliki 2 selimut. Beli yang carter's double fleece yang harganya affordable juga sudah cukup. Saya sempat membeli bedcover bayi (yang akhirnya jarang dipakai. Dipakai sesekali ketika menidurkan Aira dipangkuan saya ketika bepergian dengan mobil). Banyak juga yang menghadiahkan selimut untuk kami. Makanya saya katakan untuk membeli selimut hanya 2 buah. Jika bepergian, minimal sediakan 1 buah selimut topi.
4. Bedong
Bedong termasuk perlengkapan tidur ga ya?
Anyway.. Jika sedang membuat list keperluan bayi, menurut saya cukup lho jika hanya membeli bedong sekitar 1 lusin. Kalo saya pribadi, bedong ini digunakan sebagai selimut tipis dan juga alas mandi (diatas perlak). Saya hanya memiliki 1 set (isi 4) bedong carters yang ukuran besar (76x100 cm) dan bedong (ga tau merk nya, tapi bahannya lebih bagus dibanding carters) sebanyak 6 buah.
5. Kelambu
Kelambu yang saya beli adalah kelambu jenis tudung saji.
Bath & Grooming
1. Bak Mandi & Gayung
Saya memilih bak mandi Puku yang besar. Supaya bisa terpakai hingga Aira besar. Kakak saya menggunakan bak mandi Puku hingga saat ini (anaknya berusia 6,5 tahun). Awet banget.
2. Perlak
Saya memiliki 3 perlak. 1 perlak besar untuk mandi, 1 perlak kecil untuk mengganti popok, dan 1 perlak untuk bepergian (yang saya dapatkan ketika membeli diaper bag).
3. Grooming Set
Saya membeli tomee tippee grooming set. Selain jatuhnya lebih hemat, kit ini juga lebih praktis dan rapi ketika dibawa bepergian. Di dalamnya sudah berisi sisir (2 jenis), gunting kuku, gunting, oral thermometer, sikat gigi, aspirator.
4. Toiletries
Keinginan saya membeli sebamed yang memang lebih bagus dan lebih natural untuk kulit bayi. Namun saya membeli Zwitsal. Pertimbangannya selama kulit bayi tidak bermasalah, kenapa harus menggunakan yang mahal *emak-emak irit*. Toiletries ini kan akan dipakai berkelanjutan. Jadi akan lebih menghemat pengeluaran bulanan kami. Alhamdulillah kulit Aira tidak terlalu bermasalah, jadi sampai saat ini masih aman pakai Zwitsal.
Berikut toiletries yang rutin digunakan Aira ketika mandi :
- Zwitsal baby bath classic
- Zwitsal Baby shampoo kemiri
- Zwitsal Hair Lotion
- Bebe Roosie (lebih praktis. Tidak terlalu berminyak, lebih lembut dan anti nyamuk)
- Pigeon bedak padat (pakai yang impor Jepang). Aira tidak menggunakan bedak tabur.
- Pigeon baby cologne
Beberapa cream ini digunakan ketika kulit sedang bermasalah :
- Sebamed Diaper Rash Cream
- Sebamed Care Cream
5. Handuk
- Handuk mandi : saya sediakan 2 buah. Handuk Kawamoto. Tipis, lembut dan menyerap air dengan baik.
- Handuk kecil : saya sediakan 1 lusin. Biasanya saya pakai ketika bepergian atau di rumah. Sebisa mungkin mengurangi tisue, karena untuk beberapa bayi tisu ini bisa menyebabkan alergi.
6. Tisue dan Kapas
- Tisu kering saya gunakan Paseo Baby Tissue (baru ada ketika Aira memasuki usia 5 bulan). Tentunya tisue ini lebih halus.
- Kapas bulat : saya gunakan merk Medisoft. Lebih halus dan tidak meninggalkan serbuk kapas.
Baju
1. Baju Rumah
Bayi baru lahir lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Saya memilih untuk memberikan bahan yang halus dan tidak panas.
- jumper kutung : 1 set (isi 5)
- jumper lengan pendek : 1 set (isi 5)
- sleepsuit : 1 set (isi 3)
- setelan lengan pendek + celana pop : 3
- setelan lengan panjang + celana panjang : 3
- celana pop : 3
- celana panjang : 3
Untuk bayi yang jarang gumoh dan tidak lagi musim hujan dan ada yang membantu mencuci+setrika, cukup lho jika hanya menyediakan baju seperti list diatas, bahkan ini sudah termasuk banyak.
2. Baju Pergi
Buat saya yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding bepergian, saya hanya membeli 1 pasang baju untuk pergi (dress) dan 4 buah legging cotton rich (murah meriah). Legging ini bisa dikombinasikan dengan jumper. Ternyata benar saja.. banyak yang menghadiahkan baju pergi. Lumayan menghemat kan.
3. Mitten & Bootie
Cukup beli 6 pcs. Dipakai ketika di rumah dan hanya 1 bulan. Lagi pula, saat ini sudah tidak disarankan untuk terlalu lama menggunakan sarung tangan karena bisa menghambat motorik bayi.
4. Topi
Topi dari bahan katun tentunya akan membuat anak lebih nyaman. Sediakan 2 buah saja.
6. Kaos kaki
Saya membeli petite mini isi 7. Itu cukup banget lho. Bahkan bisa digunakan untuk pergi sebagai pengganti prewalker shoes untuk newborn karena bentuknya yang lucu-lucu.
7. Slabber
Saya membeli slaber sebanyak 3 buah. Slabber carters yang sudah 1 set dengan mitten bootie. Lagi-lagi lebih hemat. Lalu kami dihadiahi slabber set mothercare. Jadi saat lahir Aira memiliki 6 buah slabber. Ketika memasuki masa mpasi, saya membeli slabber yang bagian belakangnya ternuat dari plastik.
Keperluan Menyusui
1. Dot
Walaupun konselor laktasi dan WHO meng"haram"kan penggunaan dot, namun saya tetap menggunakannya. Alhamdulillah tidak bingung puting.
Saya menyediakan beberapa merk.
- Tommee Tippee
- Pigeon
- Medela Calma
- dr. Browns
Favorit Aira adalah dr.Brown. Selain karena dotnya lembut, dr.Browns juga memiliki ventilator untuk mencegah angin masuk terlalu banyak ketika dihisap Aira. Jadi yang masuk hanya susu.
2. Medela Purelan
Saya sediakan medela purelan ini dari sebelum melahirkan. Ternyata berguna sekali ketika puting saya luka di awal-awal menyusui.
3. Feeder Cup
Di awal menyusui, Aira tidak bisa menyusui dengan baik. 3 minggu pertama, saya menjadi ibu e-ping (exclusive pumping). Namun ketika diberikan ASIP melalui feeder cup, ternyata Aira menjadi rewel. Maka dari itu, feedercup ini dipensiunkan
4. Breast pump
Breastpump saya beli pada saat persiapan sebelum melahirkan. Breastpump pertama saya adalah Medela Swing. Alhamdulillah cocok dan saya menjadi relax ketika memompa asi. Saya tidak bisa memompa manual menggunakan tangan. Ketika masuk kantor, saya upgrade breastpump saya menjadi Swing Maxi dan saya juga membeli Medela Harmony (agar lebih praktis ketika memompa tanpa ada aliran listrik).
Keperluan Ibu
1. Pembalut bersalin
Saya tidak khusus membeli pembalut bersalin. Saya hanya menggunakan Charm Night yang 35 cm. Mudah didapatkan dan saya cocok menggunakan pembalut jenis ini. Ketika di RS, saya menggunakan Softex yang kemasannya ungu. Pembalut ini juga enak digunakan. Jadi, ketika saya sedang ke RS, saya membeli pembalut ini.
2. Baju kancing depan
Setelah habis melahirkan, daster kancing depan menjadi pakaian favorite saya. Praktis.
3. Korset
Ketika persiapan melahirkan, saya sediakan 3 jenis korset, yaitu korset velcro, gurita dan stagen tradisional. Dari ketiganya saya hanya menggunakan korset velcro karena lebih praktis. Saya memiliki 2 korset, sehingga bisa digunakan bergantian ketika salah satunya dicuci.
4. BRA Menyusui
Karena saya berniat memberikan ASI, saya sudah siapkan BRA menyusui ketika akan melahirkan. Memilih BRA tentunya harus disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing. Saya sendiri memilih BRA menyusui dari bahan katun dan tidak berkawat.
BABY GEAR
Beberapa baby gear sudah saya siapkan ketika persiapan melahirkan.
1. Stroller : terpakai sejak newborn
Saya membeli stroller sekitar 2 minggu sesudah melahirkan.
2. Car Seat : baru terpakai usia 5 bulan
Idealnya, stroller ini digunakan sejak newborn, namun karena suami saya tidak tega membiarkan anaknya di carseat, akhirnya Aira lebih banyak saya pangku. Ini lebih memudahkan saya juga ketika ia ingin "nenen" dengan saya.
3. Gendongan :
- gendongan sling : saya membeli gendongan elegance, digunakan sejak usia 1 bulan.
- gendongan jarik : totally tidak bisa saya gunakan karena tidak bisa menggunakannya.
- gendongan dengan hipseat : saya membeli i-angel, digunakan ketika usia 7 bulan (karena baru membeli gendongan ini ketika usia Aira 7 bulan)
DIAPER
Saya tipikal orang yang ingin praktis. Oleh sebab itu, saya memakaikan disposible diaper untuk Aira. Diaper pertama yang saya beli adalah Merries (putih) NewBorn. Permukaannya lembut, tipis dan tidak mudah bocor. Biasanya Aira digantikan diapeernya setiap 4-5 jam sekali.
Dari sekian banyak diaper yang saya coba, berikut merk Diaper yang menjadi favorite saya :
1. Nepia
2. Merries putih. Kadang saya juga menggunakan Merries yang hijau untuk pemakaian sehari-hari di rumah
3. Goo.N Slim pants
4. Pampers. Favorit saya Pampers Premium.
Saya juga sempat lama menggunakan MamyPoko Extra Dry (hampir 8 bulan) untuk sehari-hari, sayangnya terakhir-terakhir Aira sempat mengalami ruam popok.
Kembali lagi ya.. Diaper ini cocok-cocokan untuk kulit bayi kita.
DIAPER BAG
Saya memiliki 2 buah tas yang biasa digunakan :
1. Okiedog freckles :
Berhubung diaperbag ini besar, biasanya saya menggunakannya ketika bepergian keluar kota atau bepergian dalam kota untuk waktu yang agak lama. Tas ini juga menjadi tas yang saya bawa ke RS untuk menyimpan keperluan bayi ketika melahirkan.
2. Skiphop Zoo - Butterfly
Untuk ke mall, biasanya saya menggunakan tas ini. Lebih praktis, simple dan kecil.
Semoga membantu ya..
Love,
Vicka
Rabu, 20 Juli 2016
Kembali NgeBlog
Hallo semua..
After loooooong timeeee.. Akhirnya ngeblog lagi..
Janji sama diri sendiri.. Mulai saat ini mau aktif ngeblog lagi.. Aktif menulis kembali.. Membiasakan diri menceritakan apa yang terjadi disekeliling.. Merekam apa yang terjadi di sekitar.. Menari-nari diatas keyboard kembali.. Menuangkan apa yang dipikirkan..
Minimal 1 minggu 1 tulisan..
Diawali dengan tulisan ini ya..
Banyak sekali yang ingin diceritakan.. Supaya suatu saat nanti, ketika Aira sudah bisa membaca dan bermain social media, dia bisa menemukan blog ini dan bisa membaca apa yang difikirkan ibunya..
Love,
Vicka
After loooooong timeeee.. Akhirnya ngeblog lagi..
Janji sama diri sendiri.. Mulai saat ini mau aktif ngeblog lagi.. Aktif menulis kembali.. Membiasakan diri menceritakan apa yang terjadi disekeliling.. Merekam apa yang terjadi di sekitar.. Menari-nari diatas keyboard kembali.. Menuangkan apa yang dipikirkan..
Minimal 1 minggu 1 tulisan..
Diawali dengan tulisan ini ya..
Banyak sekali yang ingin diceritakan.. Supaya suatu saat nanti, ketika Aira sudah bisa membaca dan bermain social media, dia bisa menemukan blog ini dan bisa membaca apa yang difikirkan ibunya..
Love,
Vicka
Kamis, 18 Februari 2016
Renungan Jumat.. Cerita dari Pedangang Daging
Hallo..
Sudah hampir 2 bulan ya saya tidak update blog.
Apa kabar?
Masih boleh mengucapkan Selamat Tahun Baru? *sudah telat kali ya..*
Anyway..
Siang ini saya hanya duduk di meja sambil makan siang dengan bekal yang saya bawa dari rumah. Buatan Ibu saya. Alhamdulillah *sambil nutup muka karena malu.. seharusnya saya yang menyiapkan makan buat beliau*
Siang ini pula.. Saya tiba-tiba ingin berbagi cerita yang membuat saya terharu.
Cerita tentang seorang pedagang daging keliling. Sebenarnya ini cerita dari teman saya yang dia share di Path, namun saya juga ingin berbagi disini.
Teman saya ini tinggal di seputar Senayan (di komplek yang dekat Hotel Mulia). Setiap pagi, ada kakek-kakek berjualan daging keliling komplek menggunakan sepeda nya. Daging yang dijual kakek ini tidak banyak, namun selalu segar, maka teman saya selalu membeli daging dari beliau.
Singkat cerita, suatu pagi kakek ini memanggil teman saya. Teman saya bingung karena dia tidak memanggil kakek untuk membeli dagingnya (karena masih punya stok daging).
Kakek (K) : "Neng.. Punten, maapin Bapak. Bapak mau berangkat umroh sama istri"
Teman Saya (TS) : "Alhamdulillah Pak"
K : "Ada yang kasih saya umroh neng. Tadinya cuma saya yang dapat. Lalu saya ke travelnya, bilang ke travelnya 'saya sudah tua, ga berani jalan sendirian, kalo istri saya tidak ikut, saya batalkan saja, gpp'. Terus travelnya kasih tiket buat istri saya. Jadi saya berangkat berdua, Neng"
TS : "Alhamdulillah.."
Dalam hati saya : "Subhanallah."
Cerita yang singkat, namun menyentuh hati saya.
Lesson learn nya..
Allah tidak akan menutup mata terhadap kita. Apabila kita menginginkan sesuatu, pasti Allah beri. Ikhlas, mendekatkan diri ke Empunya jagat raya. Teruslah berbuat baik, jujur, sayang keluarga. Allah akan memberikan rejeki darimana saja, bahkan dari hal-hal yang tidak terduga.
Semoga kakek dan istri dapat menjalankan ibadah umroh nya dengan lancar.
Dan semoga cerita ini selalu mengingatkan saya untuk selalu berprasangka baik dengan Allah. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagiNya.
Love,
Vicka
Sudah hampir 2 bulan ya saya tidak update blog.
Apa kabar?
Masih boleh mengucapkan Selamat Tahun Baru? *sudah telat kali ya..*
Anyway..
Siang ini saya hanya duduk di meja sambil makan siang dengan bekal yang saya bawa dari rumah. Buatan Ibu saya. Alhamdulillah *sambil nutup muka karena malu.. seharusnya saya yang menyiapkan makan buat beliau*
Siang ini pula.. Saya tiba-tiba ingin berbagi cerita yang membuat saya terharu.
Cerita tentang seorang pedagang daging keliling. Sebenarnya ini cerita dari teman saya yang dia share di Path, namun saya juga ingin berbagi disini.
Teman saya ini tinggal di seputar Senayan (di komplek yang dekat Hotel Mulia). Setiap pagi, ada kakek-kakek berjualan daging keliling komplek menggunakan sepeda nya. Daging yang dijual kakek ini tidak banyak, namun selalu segar, maka teman saya selalu membeli daging dari beliau.
Singkat cerita, suatu pagi kakek ini memanggil teman saya. Teman saya bingung karena dia tidak memanggil kakek untuk membeli dagingnya (karena masih punya stok daging).
Kakek (K) : "Neng.. Punten, maapin Bapak. Bapak mau berangkat umroh sama istri"
Teman Saya (TS) : "Alhamdulillah Pak"
K : "Ada yang kasih saya umroh neng. Tadinya cuma saya yang dapat. Lalu saya ke travelnya, bilang ke travelnya 'saya sudah tua, ga berani jalan sendirian, kalo istri saya tidak ikut, saya batalkan saja, gpp'. Terus travelnya kasih tiket buat istri saya. Jadi saya berangkat berdua, Neng"
TS : "Alhamdulillah.."
Dalam hati saya : "Subhanallah."
Cerita yang singkat, namun menyentuh hati saya.
Lesson learn nya..
Allah tidak akan menutup mata terhadap kita. Apabila kita menginginkan sesuatu, pasti Allah beri. Ikhlas, mendekatkan diri ke Empunya jagat raya. Teruslah berbuat baik, jujur, sayang keluarga. Allah akan memberikan rejeki darimana saja, bahkan dari hal-hal yang tidak terduga.
Semoga kakek dan istri dapat menjalankan ibadah umroh nya dengan lancar.
Dan semoga cerita ini selalu mengingatkan saya untuk selalu berprasangka baik dengan Allah. Bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagiNya.
Love,
Vicka
Rabu, 23 Desember 2015
Almaira's First Trip
1st Wedding Anniversary kami, November lalu, kami isi dengan liburan singkat ke Bandung. Setelah hampir 8 bulan tidak ke Bandung, akhirnya kami menginjakkan kaki kami kembali kesana. Kota sejuk, ramah dan tidak ada matinya. Buat yang pernah tinggal di Bandung, pasti kerasa banget ya suka kangen sama kota ini.. Terlebih saya. Menghabiskan masa SMA dan kuliah di Bandung. 8 tahun bolak balik ke Bandung saat weekend ketika sudah bekerja di ibukota.
Anyway.. kami berangkat ke Bandung di hari minggu dan balik ke Jakarta di hari Senin. Kami sengaja mengambil hari Minggu supaya tidak terlalu bermacet-macetan di Bandung. Di Bandung hanya 2 hari, rasanya sangat kurang buat kami. Banyak tempat yang tidak sempat kami kunjungi. Saya hanya fokus kuliner ke tempat makanan yang selalu saya dan keluarga saya kunjungi ketika tinggal disana. Pak suami hanya nurut aja, karena dia termasuk orang yang jarang banget ke Bandung.
Yang berbeda dari trip kali ini adalah Aira. Bepergian dengan bayi 4 bulan 1 minggu tentunya pengalaman pertama buat kami. Beberapa hal yang kami siapkan :
1. Pasang car seat di mobil.
Kami berharap Aira lebih aman & nyaman duduk di carseat dibanding saya pangku. Realnya..?!? Fail..! Carseat ga berfungsi. Karena apa..?!? Karena saya tidak berhasil menemukan cara mengencangkan dan melonggarkan safety belt nya.
Setelah saya kembali ke Jakarta, saya baca manual booknya, googling sana sini untuk mencari tahu cara mengencangkan dan melonggarkan safety belt. Akhirnya ketemu donk caranya.. Dan saya berhasil melakukannya.. Horreeeeey.. Joget joget kegirangan.. Besok-besoknya, bepergian ke dalam kota pun saya letakkan Aira di Carseat.. Alhamdulillah anaknya betah dan malah sering ketiduran.
2. Menyiapkan seluruh keperluan Aira dalam Diaper Bag.
- Menyiapkan perbajuan : baju pergi, baju tidur (saya memilih hanya membawa sleepsuit), underwear, legging, headband
- menyiapkan perlengkapan mandi : perlak mandi, toiletries, tisu basah-kering, handuk dan diaper.
Untuk diaper, saya hanya membawa Nepia ketika bepergian, baik jalan-jalan ke mall dalam kota ataupun luar kota. Kalo di rumah, saya biasa menggunakan mamypoko extra dry, tapi kalo malam (mau tidur), saya pakaikan Nepia.
3. Nick-nack Aira yang wajib dibawa di mobil :
- bantal peang
- bantal dewasa (biasanya untuk pangku Aira kalo mau nenen)
- mainan
- bed cover Aira atau selimut topi yang ada dakron nya
Ketika di hotel, kami tidak memandikan Aira, melainkan hanya di lap dengan air hangat yang diberi sabun..
Di Bandung kemana aja..?
1. Menyusuri jalan buah batu dimana saya menghabiskan 10 tahun full hidup saya di bandung dan 8 tahun bolak balik Jakarta-Bandung (hampir 20 tahun ya). Melihat rumah lama kami yang sangat strategis, yang kini hanya tinggal kenangan. Melihat perkembangan buah batu yang sangat pesat.
2. Mie Baso Akung - Jalan Lodaya
Wajib kudu : Mie Yamin Manis + Ceker + Es Duren. Dulu, sebelum hamil, saya hanya kuat makan 1/2 porsi. Sekaang ?!? 1 porsi tentunya.. hahaha.. Setiap ke Akung, pasti kami mengulang kata-kata "ga nyangka ya sekarang Akung kaya gini. Inget pertama kali makan Akung ketika saya SD (21 tahun yang lalu), jaualan nya di gerobak di jalan ternate, terus pindah beberapa kali di seputaran jalan Ambon (masih warung baso kecil), sampai akhirnya sekarang gede kaya gini. Pegawai yang dari dulu pun masih setia melayani dan ditambah beberapa karyawan baru".. Selalu ituuu terusss yang sering kami ulang.
3. Kedai Mamah Eha - Jalan Diponegoro (dekat Dukomsel)
Tau tempat ini sudah cukup lama, tapi baru kesampaian makan disana sekarang. Pulut mangga nya.. nyaaaam.. Timbel-timbel an dan sambel-sambel an nya puuuun.. Nyaaaam.. Enyaaaak..
4. Day & Night Eatery Grocery - Jalan Akaza Utama no.9 - Pramestha Resort Town - Dago Giri
Walaupun jalannya agak susah dan tempatnya agak nyempil, tapi tempat ini eank banget buat ngeteh sore. Buat yang bawa anak-anak, di tempat ini kita bisa menikmati udara sejuk dan burung-burung koleksi mereka (burung nuri, lovebirds, merak, owl, dll), juga kelinci-kelinci berbulu tebal.
Sayangnya saya udah keburu excited ada disana, jadi tidak sempat foto-foto setiap sudut tempat ini.
5. Lawang Wangi artspace - Jl. Dago Giri No.99A, Mekarwangi
Ketika akan ke Day & Nite Eatery Grocery, kita pasti akan melewati Lawang Wangi terlebih dahulu. Tempat ini juga sudah lumayan lama, tapi saya belum pernah mampir kesana sekalipun. Yang bikin tertarik kesini.. Selain view nya bagus, design nya juga menarik. Dan pasti selalu ada pameran seni disini. Buat yang lagi mencari artwork, boleh lho datang kesini.
6. Cuanki Serayu - Jalan Serayu, Sayap Riau
Ya ampuuuun.. tempat ini menjadi sangat-sangat ramai ya. Selalu ingat ketika kuliah, pasti mampir kesini hanya sekedar beli juice jambu. Kalo dulu bisa pilih sesukanya. Tapi sekarang udah dipaket-paketin. Mau setengah porsi atau seporsi.. Mau siomai atau batagor.. Mau pakai kuah atau bumbu kacang.
Saya lebih suka yang kering-kering pakai kuah dan dibumbuin manis pedes anget-anget. Nyaaaam.. nyaaaam..
7. Jagung bakar Rizky depan Bank (lupa bank apa) - Dago
Jagung bakar nya seh biasa.. Yang bikin sedap itu bumbunya. Saya sering kesini bersama kakak-kakak saya sejak saya SMA. Rasanya masih sama. saya suka jagung bakar serut pedas manis.
8. Gudeg Banda - Jalan Lombok belakang KFC Riau
Duluuuu.. Gudeg Banda ini buka cabang di Buah Batu, persis di depan rumah. Sekarang kalo mau harus ke Bandung dulu. Yang enak di gudeg banda ini, bumbunya tidak terlalu manis. Pas dilidah
Kaaaan.. cuma dapet 8 tempat. Masih banyak yang belum dikunjungi.. Warung Lela, Nasi liwet Rumah Jogjo, Baso Malang Enggal, Baso belakang BIP, Baso Semar, Batagor Abuy, Martabak San Fransisco Burangrang, Kolak jl. Macan.. Kalo ke Bandung, saya lebih suka hunting jajanan tempodoeloe dibanding kafe-kafe baru..
Sebelum pulang ke Jakarta, kami mampir ke Kartika Sari Dago dan Pasar Kosambi untuk membeli cemilan dan oleh-oleh.
Dan ini.. tiup lilin kami di hotel pagi-pagi..
Intinya.. Aira ini ga susah dan ga ribet kalo diajak jalan-jalan.. Malah anteng dan menikmati apapun yang dia lihat dan rasakan.
Next trip.. will be with plane in early 2016.. Semoga semuanya juga berjalan lancar..
Love,
Vicka
Anyway.. kami berangkat ke Bandung di hari minggu dan balik ke Jakarta di hari Senin. Kami sengaja mengambil hari Minggu supaya tidak terlalu bermacet-macetan di Bandung. Di Bandung hanya 2 hari, rasanya sangat kurang buat kami. Banyak tempat yang tidak sempat kami kunjungi. Saya hanya fokus kuliner ke tempat makanan yang selalu saya dan keluarga saya kunjungi ketika tinggal disana. Pak suami hanya nurut aja, karena dia termasuk orang yang jarang banget ke Bandung.
Yang berbeda dari trip kali ini adalah Aira. Bepergian dengan bayi 4 bulan 1 minggu tentunya pengalaman pertama buat kami. Beberapa hal yang kami siapkan :
1. Pasang car seat di mobil.
Kami berharap Aira lebih aman & nyaman duduk di carseat dibanding saya pangku. Realnya..?!? Fail..! Carseat ga berfungsi. Karena apa..?!? Karena saya tidak berhasil menemukan cara mengencangkan dan melonggarkan safety belt nya.
Setelah saya kembali ke Jakarta, saya baca manual booknya, googling sana sini untuk mencari tahu cara mengencangkan dan melonggarkan safety belt. Akhirnya ketemu donk caranya.. Dan saya berhasil melakukannya.. Horreeeeey.. Joget joget kegirangan.. Besok-besoknya, bepergian ke dalam kota pun saya letakkan Aira di Carseat.. Alhamdulillah anaknya betah dan malah sering ketiduran.
Foto ini saya ambil ketika jalan-jalan ke Puncak (sudah berhasil menggumakan safety belt)
Car Seat : Joie Steadi
2. Menyiapkan seluruh keperluan Aira dalam Diaper Bag.
- Menyiapkan perbajuan : baju pergi, baju tidur (saya memilih hanya membawa sleepsuit), underwear, legging, headband
- menyiapkan perlengkapan mandi : perlak mandi, toiletries, tisu basah-kering, handuk dan diaper.
Untuk diaper, saya hanya membawa Nepia ketika bepergian, baik jalan-jalan ke mall dalam kota ataupun luar kota. Kalo di rumah, saya biasa menggunakan mamypoko extra dry, tapi kalo malam (mau tidur), saya pakaikan Nepia.
3. Nick-nack Aira yang wajib dibawa di mobil :
- bantal peang
- bantal dewasa (biasanya untuk pangku Aira kalo mau nenen)
- mainan
- bed cover Aira atau selimut topi yang ada dakron nya
Ketika di hotel, kami tidak memandikan Aira, melainkan hanya di lap dengan air hangat yang diberi sabun..
Di Bandung kemana aja..?
1. Menyusuri jalan buah batu dimana saya menghabiskan 10 tahun full hidup saya di bandung dan 8 tahun bolak balik Jakarta-Bandung (hampir 20 tahun ya). Melihat rumah lama kami yang sangat strategis, yang kini hanya tinggal kenangan. Melihat perkembangan buah batu yang sangat pesat.
2. Mie Baso Akung - Jalan Lodaya
Wajib kudu : Mie Yamin Manis + Ceker + Es Duren. Dulu, sebelum hamil, saya hanya kuat makan 1/2 porsi. Sekaang ?!? 1 porsi tentunya.. hahaha.. Setiap ke Akung, pasti kami mengulang kata-kata "ga nyangka ya sekarang Akung kaya gini. Inget pertama kali makan Akung ketika saya SD (21 tahun yang lalu), jaualan nya di gerobak di jalan ternate, terus pindah beberapa kali di seputaran jalan Ambon (masih warung baso kecil), sampai akhirnya sekarang gede kaya gini. Pegawai yang dari dulu pun masih setia melayani dan ditambah beberapa karyawan baru".. Selalu ituuu terusss yang sering kami ulang.
3. Kedai Mamah Eha - Jalan Diponegoro (dekat Dukomsel)
Tau tempat ini sudah cukup lama, tapi baru kesampaian makan disana sekarang. Pulut mangga nya.. nyaaaam.. Timbel-timbel an dan sambel-sambel an nya puuuun.. Nyaaaam.. Enyaaaak..
4. Day & Night Eatery Grocery - Jalan Akaza Utama no.9 - Pramestha Resort Town - Dago Giri
Walaupun jalannya agak susah dan tempatnya agak nyempil, tapi tempat ini eank banget buat ngeteh sore. Buat yang bawa anak-anak, di tempat ini kita bisa menikmati udara sejuk dan burung-burung koleksi mereka (burung nuri, lovebirds, merak, owl, dll), juga kelinci-kelinci berbulu tebal.
Sayangnya saya udah keburu excited ada disana, jadi tidak sempat foto-foto setiap sudut tempat ini.
5. Lawang Wangi artspace - Jl. Dago Giri No.99A, Mekarwangi
Ketika akan ke Day & Nite Eatery Grocery, kita pasti akan melewati Lawang Wangi terlebih dahulu. Tempat ini juga sudah lumayan lama, tapi saya belum pernah mampir kesana sekalipun. Yang bikin tertarik kesini.. Selain view nya bagus, design nya juga menarik. Dan pasti selalu ada pameran seni disini. Buat yang lagi mencari artwork, boleh lho datang kesini.
6. Cuanki Serayu - Jalan Serayu, Sayap Riau
Ya ampuuuun.. tempat ini menjadi sangat-sangat ramai ya. Selalu ingat ketika kuliah, pasti mampir kesini hanya sekedar beli juice jambu. Kalo dulu bisa pilih sesukanya. Tapi sekarang udah dipaket-paketin. Mau setengah porsi atau seporsi.. Mau siomai atau batagor.. Mau pakai kuah atau bumbu kacang.
Saya lebih suka yang kering-kering pakai kuah dan dibumbuin manis pedes anget-anget. Nyaaaam.. nyaaaam..
7. Jagung bakar Rizky depan Bank (lupa bank apa) - Dago
Jagung bakar nya seh biasa.. Yang bikin sedap itu bumbunya. Saya sering kesini bersama kakak-kakak saya sejak saya SMA. Rasanya masih sama. saya suka jagung bakar serut pedas manis.
8. Gudeg Banda - Jalan Lombok belakang KFC Riau
Duluuuu.. Gudeg Banda ini buka cabang di Buah Batu, persis di depan rumah. Sekarang kalo mau harus ke Bandung dulu. Yang enak di gudeg banda ini, bumbunya tidak terlalu manis. Pas dilidah
Kaaaan.. cuma dapet 8 tempat. Masih banyak yang belum dikunjungi.. Warung Lela, Nasi liwet Rumah Jogjo, Baso Malang Enggal, Baso belakang BIP, Baso Semar, Batagor Abuy, Martabak San Fransisco Burangrang, Kolak jl. Macan.. Kalo ke Bandung, saya lebih suka hunting jajanan tempodoeloe dibanding kafe-kafe baru..
Sebelum pulang ke Jakarta, kami mampir ke Kartika Sari Dago dan Pasar Kosambi untuk membeli cemilan dan oleh-oleh.
Dan ini.. tiup lilin kami di hotel pagi-pagi..
Intinya.. Aira ini ga susah dan ga ribet kalo diajak jalan-jalan.. Malah anteng dan menikmati apapun yang dia lihat dan rasakan.
Next trip.. will be with plane in early 2016.. Semoga semuanya juga berjalan lancar..
Love,
Vicka
Selasa, 17 November 2015
Happy 1st Anniversary
Happy 1st Anniversary, Hubby..
Semoga Allah selalu melindungi keluarga kecil kita..
Memberikan kebahagiaan dunia - akhirat..
Selalu menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warohmah..
Amin YRA..
Love,
Vicka
Menyusui dan Bekerja
Setelah sharing mengenai pengalaman pertama menyusui, saat ini saya akan sharing mengenai pengalaman menyusui ibu bekerja.
Tepat 1 bulan, 1 minggu saya menjalani peran saya sebagai ibu bekerja. Banyak sekali pengalaman yang sudah saya alami. Saya mulai satu persatu ya.
Ketika akan kembali bekerja, suami sudah mengingatkan saya untuk mulai menyimpan ASI. Walaupun sempat dilarang dokter laktasi untuk pumping (bukan dilarang ya, tapi lebih tepatnya menunda untuk pumping), saya tetap pumping di awal September 2015. Saya kembali bekerja 12 Oktober 2015, jadi saya punya banyak waktu untuk menyimpan ASIP.
Tepat di 30 Agustus 2015, saya mulai pumping. Saya pumping 1 hari 2-3 kali (seharusnya setiap 2 jam, maksimal 4 jam), namun karena Aira menyusuinya cukup sering, jadi saya selalu merasa payudara (PD) saya kosong. Setiap hari suami rajin menelpon saya hanya untuk mengingatkan "jangan lupa pumping". Jumlah ASI yang saya pumping saat itu sekitar 30-60 ml, kadang sampai 70-100 ml di pagi hari (that's why, i love pumping in the morning). Setiap hari pumping, hingga pada saat akan bekerja, saya bisa mengumpulkan 70an botol yang berisi 60-100 ml.
Tepat 1 bulan, 1 minggu saya menjalani peran saya sebagai ibu bekerja. Banyak sekali pengalaman yang sudah saya alami. Saya mulai satu persatu ya.
Ketika akan kembali bekerja, suami sudah mengingatkan saya untuk mulai menyimpan ASI. Walaupun sempat dilarang dokter laktasi untuk pumping (bukan dilarang ya, tapi lebih tepatnya menunda untuk pumping), saya tetap pumping di awal September 2015. Saya kembali bekerja 12 Oktober 2015, jadi saya punya banyak waktu untuk menyimpan ASIP.
Tepat di 30 Agustus 2015, saya mulai pumping. Saya pumping 1 hari 2-3 kali (seharusnya setiap 2 jam, maksimal 4 jam), namun karena Aira menyusuinya cukup sering, jadi saya selalu merasa payudara (PD) saya kosong. Setiap hari suami rajin menelpon saya hanya untuk mengingatkan "jangan lupa pumping". Jumlah ASI yang saya pumping saat itu sekitar 30-60 ml, kadang sampai 70-100 ml di pagi hari (that's why, i love pumping in the morning). Setiap hari pumping, hingga pada saat akan bekerja, saya bisa mengumpulkan 70an botol yang berisi 60-100 ml.
Ini isi freezer saya, 1 hari menjelang saya kembali bekerja
Sebelum saya bekerja, saya juga mulai melatih Aira minum menggunakan botol dot. Akhirnya saya memutuskan menggunakan dot, dengan pertimbangan kemudahan pemberian susu oleh ibu saya atau mbak yang akan menjaga Aira selama saya bekerja. Melatih pemberian ASIP menggunakan dot dilakukan oleh orang lain selain saya, karena menurut info yang saya dapatkan, pemberian dot ini lebih baik bukan oleh ibunya, supaya si bayi tidak merasa ditolak oleh ibunya. Saya sudah sempat memberikan ASIP melalui sendok dan cup feeder, tapi Aira ngamuk dan susu nya disembur-sembur. Kadang, ia juga ga sabaran, sehingga banyak ASIP yang tumpah. Sampai akhirnya, kami memutuskan untuk memberikannya melalui dot. Alhamdulillah dia tidak bingung puting.
Berikut beberapa hal yang saya lakukan ketika melatih Aira sebelum saya kembali bekerja :
1. Pemberian ASIP melalui botol dot dilakukan oleh orang lain, selain saya, yaitu suami saya, ibu saya dan pengasuhnya.
2. Sebelum memberikan dot, saya komunikasikan dengan bayi saya. Saya selalu mengatakan "Aira, minum susunya pake dot ya. Nanti kan mama kerja. Kalo mama kerja, Aira minumnya lewat dot. Kalo mama sudah pulang kantor, nanti mimi sama mama lagi"
Hari pertama saya masuk kantor juga bukan hal yang mudah. Setiap kali akan diberikan susu, Aira marah, nangis sekejer-kejernya. Ibu saya beberapa kali menelpon saya untuk menenangkan Aira yang menangis kencang. Begitu terus hingga hampir 1 minggu.
Pada saat ada acara Mother & Baby Fair di Balai Kartini, saya sengaja mengikuti seminar mengenai Hypnobreastfeeding. Acara nya cukup memberikan informasi kepada saya yang saat itu sedang kebingungan menghadapi Aira yang selalu menangis kencang saat akan minum susu.
Yang bisa saya simpulkan dari masalah pemberian ASIP ke bayi adalah "positive thinking. Yakin bahwa bayi kita bisa menyusui saat ditinggal bekerja, sugestikan bayi dengan berkomunikasi dengannya. Jangan mengunakan kalimat negative, misalnya 'jangan rewel ya nak', ganti kata jangan dengan menggunakan kalimat positive lainnya, seperti 'Aira pinter ya kalo mama tinggal kerja, pinter minum dari dot ya sayang. Nanti malem ketemu mama lagi, kita nyusu langsung ya nak".
Pada saat di kantor, jangan terlalu memikirkan bayi kita. Selalu positive thinking bayi kita akan baik-baik saja di rumah. Alhamdulillah, dengan melakukan hal tersebut, saya bisa lebih konsentrasi bekerja dan bayi saya baik-baik saja ketika ditinggal di rumah.
Saya juga sempat mengalami kepanikan saat lampu mati. Waktu itu siang hari, lampu mati dan ketika saya telpon ke PLN, PLN mengatakan bahwa ada kerusakan gardu dan tidak bisa memastikan lampu akan menyala jam berapa. Langsung saat itu juga, saya ke Ace Hardware (untung jarak dari rumah ke Ace Hardware hanya 10 menitan), parkir menggunakan valet dan saya langsung ngibrit cari cooler box. Dalam 30 menit, saya sudah kembali ke rumah dan memindahkan seluruh botol ASIP saya ke dalam cooler box.
Ini cooler box yang sudah berisi ASIP saya
Ada lagi kejadian saat saya lupa membawa coolerbag. Waktu itu hari jumat, ketika akan pumping, saya mencari cooler bag saya dan tidak ada. Saya baru sadar bahwa cooler bag saya tertinggal di rumah. Karena akan ditinggal weekend, saya tidak mungkin meninggalkan ASIP saya di kulkas kantor. Saya buang, sayang. Sempat mampir ke bird and bees untuk membeli cooler bag yang agak murah, namun mereka tidak menjualnya. Mau mampir ke Ambas, sudah terbayang penuh dan susahnya mencari parkir. Jadilah saya urungkan ke Ambas. Akhirnya, sebelum pulang kantor, saya mampir ke Cold Stone untuk membeli es krim dan meminta dry ice untuk ASIP saya. Ada untung nya juga berkantor di mixed use building. Ada kantor, ada mall. Jadilah ASIP saya aman sampai rumah.
Kejadian lainnya ketika saya lupa membawa kantung ASIP. Untungnya saya menggunakan double pump, jadi saya memiliki 2 botol beserta tutupnya. Jadilah waktu pumping yang biasanya 3 kali, saya kurangi jadi 2 kali. Botol yang saya gunakan untuk pumping, saya gunakan pula untuk menyimpan ASIP.
Ketika sudah menjalani kehidupan sebagai ibu bekerja, begini kira-kira kehidupan saya sekarang.
Saya ke kantor naik KRL. Jarak dari rumah ke stasiun sekitar 5 menit menggunakan motor. Sampai kantor ngeblow, dandan, sarapan dan pumping. Lalu bekerja. Jam 11an, pumping kedua bersama 2 orang mama perah lain, lalu istirahat, kerja dan pumping lagi jam 4an. begitu setiap hari. Oh iya, setiap harinya Aira akan bangun jam 3 pagi untuk menyusu langsung, saya susui lalu tidur kembali dan saya akan bangun jam 5 kurangan, biasanya saya pumping dulu. Sebelum berangkat ke stasiun, saya kembali menyusui Aira (sekitar jam 5.30). Pulang kantor, saya menggunakan KRL kembali. Jika jalanan dan KRL lancar, saya sudah sampai di rumah jam 7 malam. Langsung mandi dan menghampiri aira untuk menyusui kira-kira jam 7.30. Hingga akhirnya tidur, saya selalu menyusui langsung. Jadi, dalam sehari saya akan pumping sebanyak 4 kali (idealnya minimal 5 kali. 1 kali sebelum ke kantor, 3 kali di kantor, 1 kali di rumah saat pulang kantor) dengan rata-rata 400-500 ml ASIP. Tentunya jumlah ini pas-pas an dengan jumlah minum Aira yang 60ml dikali 7-10 botol. Weekend saya malas pumping. Seharusnya seh, pumping terus dilakukan ya walaupun weekend. Jangan ditiru ya ibu-ibu.
Ini perlengkapan pumping saya di awal-awal pumping :
Di awal-awal pumping, saya menggunakan electric single pump dari medela, tipe Medela Swing. Kalo boleh saya review disini, saya review ya. Jadi, medela ini enak banget dipake nya, ga berisik. Ada 2 fase, yaitu memijat untuk merangsang LDR dan fase keluarnya ASI. Medela Swing ini membantu banget ketika di awal-awal ASI saya keluarnya sedikit. Lalu karena menggunakan Medela Swing ini perlu listrik atau batre, saya meminta dibelikan breast pump manual, yaitu Medela Harmony. Awal menggunakan Harmony ini saya cukup puas. 10 menit bisa dapet 50 ml. Tapi lama-lama, ketika sudah kembali bekerja dan waktu pumping sedikit, saya upgrade Swing saya ke Swing Maxi, sehingga 20 menit bisa dapet 100-150 ml. Sangat menghemat waktu pumping saya di kantor. Begini penampakan Swing Maxi :
Ketika di kantor, ini perlengkapan perang saya untuk masalah per"pumping"an :
Medela Cooler Bag ini setia menemani saya menembus kemacetan Jakarta, naik turun KRL, ojek, angkot dan motor.
Saringan sayur untuk mencuci alat pumping. Wadah mangkuk yang besar untuk merendam alat pumping. Saringannya untuk menyaring dan mengeringkan alat pumping yang habis dicuci. Oh iya, karena di kantor tidak ada sterilizer, saya mencuci alat pumping saya dengan merendam (diberikan sedikit sabun cuci botol) menggunakan air hangat.
Sikat botol. Saya memilih yang berujung busa, supaya tidak merusak botol. Kalo paket sikat botol biasa, biasanya meninggalkan baret di botolnya.
Sleek pencuci botol. Murah meriah.
Kantung ASI Natur. Saya agak malas ya membawa botol kaca. Berat. (Ini jangan ditiru neh)
Kira-kira, itu lah alat tempur perpumpingan saya di kantor.
Oh iya, saya sempat mendapatkan image tentang lancar menyusui, sukses bekerja dari Aimi ASI. Lumayan lho.. tips nya membantu saya ketika akan masuk kerja. Intinya :
1. Menyiapkan diri sejak masa kehamilan.
2. Jika memungkinkan, ambil cuti lebih panjang setelah melahirkan.
3. Cari dukungan dari suami, orang tua, keluarga, pengasuh yang akan membantu, rekan kerja dan atasan.
4. Temukan ibu lain yang juga bekerja dan menyusui, bertukar informasi, tips dan trik akan membantu kelancaran.
5. Berlatih memerah ASI. Semakin sering latihan dan memerah, maka akan semakin mahir.
6. Diskusikan dengan pengasuh dan siapkan langkah yang perlu dilakukan saat kita akan kembali bekerja.
7. Pastikan tempat kita bekerja memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung ibu menyusui.
8. Idealnya memerah setiap 2-3 jam sekali agar mempertahankan produksi ASI.
9. Sebelum kembali bekerja, lakukan kegiatan di luar rumah sesuai jam bekerja.
10. Pastikan komitmen dukungan dari sekitar kita, komitmen pada diri sendiri untuk tetap memberikan ASI dan bekerja secara profesional.
Berbicara mengenai komitmen untuk tetap memberikan ASI dan bekerja secara profesional, saya punya cerita sendiri. Saat itu, saya ditugaskan kantor untuk setting furniture di salah satu proyek show unit apartment di Jakarta Selatan. Sebelum setting, saya juga punya tanggung jawab untuk membeli beberapa artwork terlebih dahulu. Praktis, sejak pukul 9.30 pagi, saya sudah berada di luar kantor untuk mengarungi jalanan yang macet di hari Jumat. Hari itu, saya ke kantor membawa mobil beserta cooler box besar dan beberapa ice gel dan es batu. Sepanjang hari, saya jalan-jalan keliling jakarta, mondar mandir di proyek untuk setting, namun pumping tetap jalan. Alhamdulillah saya dapat 6 botol berisi 60-100 ml ASIP dan aman hingga saya kembali ke rumah di jam 11.30 malam.
Semoga saya bisa terus memberikan ASI kepada Aira hingga ia berusia 2 tahun. Amin.
Love,
Vicka
Label:
ASI,
ASIP,
ASIX,
Breasfteeding,
Menyusui
Senin, 09 November 2015
Prewedding Photoshoot (Part 2)
Ya ampun.. Telat banget ga ya kalo saya update tentang foto-foto prewedding saya?
Seperti yang saya ceritakan di posting yang ini, saya puas sekali dengan hasil larvapictures. Saya juga masih sering lho buka-buka foto-foto prewed dan baca-baca blog saya sendiri mengenai foto prewed kami. Seneng aja (masih kurus soalnya.. hehehe..)
Baiklah.. sesuai janji saya untuk upload foto-foto prewedding yang sudah di edit, berikut foto-foto nya ya.. FYI, pada saat resepsi, kami hanya menampilkan 4 frame 16 R dan 8 frame kecil yang ada di meja. Jadi, dari ratusan foto narsis kami, kami membuat 2 buah kolase foto, selebihnya single foto.
No caption needed ya. Semua proses foto juga sudah saya jelaskan di posting sebelumnya "Pre-wedding Photoshoot"
Oh iya.. ada yang lupa.. Untuk tone warna ini, memang saya yang request supaya terlihat sweet dan vintage.
Happy hunting capeng..
Love,
Vicka
Seperti yang saya ceritakan di posting yang ini, saya puas sekali dengan hasil larvapictures. Saya juga masih sering lho buka-buka foto-foto prewed dan baca-baca blog saya sendiri mengenai foto prewed kami. Seneng aja (masih kurus soalnya.. hehehe..)
Baiklah.. sesuai janji saya untuk upload foto-foto prewedding yang sudah di edit, berikut foto-foto nya ya.. FYI, pada saat resepsi, kami hanya menampilkan 4 frame 16 R dan 8 frame kecil yang ada di meja. Jadi, dari ratusan foto narsis kami, kami membuat 2 buah kolase foto, selebihnya single foto.
No caption needed ya. Semua proses foto juga sudah saya jelaskan di posting sebelumnya "Pre-wedding Photoshoot"
Oh iya.. ada yang lupa.. Untuk tone warna ini, memang saya yang request supaya terlihat sweet dan vintage.
Happy hunting capeng..
Love,
Vicka
Langganan:
Postingan (Atom)








